Archive for September, 2008

POLOS

Thursday, September 25th, 2008

Hanya untuk memperdulikan hal-hal yang paling pokok, membuat diri sendiri menjadi begitu sederhana dan bersahaja, bahkan polos; adalah minat yang aku pedulikan dalam beberapa bulan terakhir ini. Tujuannya jelas; hidup bahagia.
“Jika orang lain selalu berusaha hari demi hari untuk mengetahui semakin banyak, adalah aku yang selalu berusaha hari demi hari untuk semakin sederhana,” adalah inspirasi […]

HUKUM UTAMA

Tuesday, September 23rd, 2008

Nah, bagian yang paling menarik minatku dari pertanyaan teman kemarin adalah apakah aku semakin mati hati?
Menarik karena aku pun sering dihantui oleh kecurigaan itu atas diri sendiri; yang hingga kinipun masih belum ketemu juga kesimpulannya. Tapi biarlah, lain kali saja. Akan ada waktunya sendiri kita dapat memahaminya.
Sekarang tentang hukum manusia, apa yang boleh pak polisi […]

LANTARAN

Monday, September 22nd, 2008

Seorang teman mengirimi pertanyaan. Karena pusing juga mencari jawaban lain disela-sela jawaban dia sendiri yang sudah lengkap, aku kutip saja tulisan dia disini. Barangkali ada teman lain yang masih dapat melihat sisi lain yang bisa disusupi.
Man, bantu aku, yang sedang bingung, apakah aku jadi semakin kapitalis, atau semakin mati hati. Masalahnya, melihat berita di tv […]

AKAL SEHAT

Saturday, September 20th, 2008

Dan aku hanya merasa bahwa semakin berhasil aku mengendalikan diri, maksudku semakin berhasil mengendalikan diri untuk tidak marah-marah, aku anggap aku semakin berhasil juga sebagai manusia.
Semakin sedikit hal-hal yang dapat memicu kemarahanku; kuanggap semakin jauh juga kemajuan yang aku raih dalam menempuh Jalan.
Mohon, engkau tidak marah hanya karena aku tidak marah. Hehehe.
(-) Apakah engkau mengaku […]

KEBENCIAN

Friday, September 19th, 2008

Aku tidak tahu pasti dengan hasil akhirnya. Hanya Dia Yang Maha Tahu. Tapi, terus terang saja; aku tidak yakin bahwa kebencian dapat dihentikan dengan kebencian. Bahwa permusuhan dapat dihentikan dengan permusuhan. Bahwa pertengkaran dapat dihentikan dengan pertengkaran. Bahwa penghinaan dapat dihentikan dengan jalan menunjukkan kemarahan.
Sang Buddha bilang begini: “Hatred is never appeased by hatred in […]

KEJAHATAN

Thursday, September 18th, 2008

Apakah kejahatan? Adalah sesuatu [pikiran-kata kata-tindakan] yang dapat melukai [fisik atau psikis] orang lain, dan atau diri sendiri. Melukai tubuh dan jantung kemanusiaan.
[Archieve, Duri, Thursday, February 09, 2006]

HUKUM

Wednesday, September 17th, 2008

(-) Tapi, wait; meskipun kita kenal Nabi sebagai orang yang sangat sabar, tapi bukankah pernah Nabi melakukan peperangan? Artinya, melawan?
(+) Tentu. Dan kata yang terakhir sangat penting; melawan. Dalam semua peperangan beliau, Nabi selalu berada dalam posisi terpaksa melawan. Dalam posisi bertahan dari penyerangan. Itulah makanya, lokasi peperangan itu tidak pernah jauh dari sekitar Madinah, […]

MARAH-MARAH

Tuesday, September 16th, 2008

(+) Kalau engkau dikata-katai orang kalau engkau bodoh, bahkan lebih dari itu sombong juga; apakah engkau akan marah?
(-) Yah, tentu saja aku akan marah.
(+) Tapi apakah itu satu-satunya reaksi yang mungkin?
(-) Maksudmu?
(+) Maksudku, tidak bisakah engkau bereaksi secara lain?
(-) Yah, kalau dipikir-pikir; mungkin saja aku mengabaikannya. Sebenarnya tetap marah dalam hati; tapi aku biarkan saja, […]

HERAN

Monday, September 15th, 2008

1.
Aku hanya heran; dengan begitu gagahnya mengusiri ibu-ibu, nenek-nenek dan bahkan anak-anak, hanya karena mereka menamakan diri kelompok Ahmadiyah; apa sih pahalanya?
Mengasumsikan dirinya sebagai pengawal kemurnian islam, atau pejuang Allah; tidak malukah menjalankannya dengan jalan melukai hati sesama manusia, menyengsarakan hidup sesamanya?
Sungguh, aku justru bingung mempertanyakan jalan pikiran mereka ini.
2.
Ada juga penggerebekan dan penghancuran rumah-rumah […]

MANDIRI?

Sunday, September 14th, 2008

1.
Ada satu kepercayaan yang menyesatkan yang begitu terbiasa kita pegang pada jaman ini; kita ini manusia mandiri. Dan hanya kalau mandiri-lah, kita dapat diakui sebagai manusia berhasil.
Maka sejak semula kita dibiasakan dan dididik untuk malu tidak dapat melakukan apapun sendiri. Artinya, dididik untuk malu minta tolong pada orang lain. Selanjutnya, kita mengatakan pada diri sendiri […]