SEJARAH
Justsomenotes.Jakarta. Cobalah bayangkan begini; aku terbiasa melakukan sejumlah disiplin pribadi, semacam meditasi 2 kali sehari, pagi dan malam hari, berenang 2 kali seminggu, melakukan yoga atau tai chi masing-masing juga 2 kali seminggu, membaca buku-buku spiritualitas setiap malam sebelum tidur, menulis blog, minum kopi setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, makan siang di taman, memandang sunset setiap sore hari, menabung setidaknya 25% pendapatan setiap bulan, investasi di property, dan seterusnya dan seterusnya.
Melihat aku memiliki vitalitas fisik dan spiritual yang bagus, teman-teman banyak yang menanyakan apa rahasia hidupku. Dan merasa itu adalah bagus juga kalau disampaikan kepada mereka, maka rahasia gaya hidupku itupun aku sebarkan kepada mereka. Semakin hari semakin banyak orang yang mendengar rahasia itu. Dan semakin hari semakin banyak orang yang merasakan bahwa rahasia itu adalah cara hidup yang sangat baik.
Dari mulut ke mulut rahasia bagaimana menjalankan hidup yang baik yang dapat menghasilkan tingkat vitalitas fisik dan spiritual yang tinggi itu semakin menyebar. Dan kalau mereka membicarakan siapa yang mengajarkan semua itu; mereka sama-sama mengatakan itu adalah ajaran herman. Maksudnya, herman yang mengajarkan itu.
Tahun demi tahun berlalu. Untuk memudahkan orang-orang mengingat tentang rahasia bagaimana menjalankan hidup yang baik itu, dan untuk mengatakannya dengan ringkas, sehingga tidak harus menyebutkannya detail dari A sampai Z setiap kali orang ingin membicarakan rahasia bagaimana menjalankan hidup yang baik itu, maka orang-orang mulai menjadi cukup dengan mengatakan ikuti ajaran herman.
Kamu ingin sehat dan bahagia? Ikuti ajaran herman. Kok kamu seperti sakit dan tidak bahagia begitu sih? O, pasti kamu tidak mengikuti ajaran herman.
Lalu orang-orang mulai seperti saling mengelompok. Itu yang tidak mengikuti ajaran herman. Ini yang mengikuti ajaran herman. Kamilah yang mengikuti ajaran herman. Kalian tidak mengikuti ajaran herman. Kalian telah mengingkari ajaran herman.
Lama-kelamaan, boleh jadi orang menjadi agak lupa dengan apa detail A sampai Z rahasia hidup baik menurut herman itu, tapi dengan santai orang mengaku; saya mengikuti ajaran herman. Dan dengan santai juga orang menuduh orang lain; dia tidak mengikuti ajaran herman.
Orang-orang mulai terpukau dengan label; Ajaran Herman. Semula cukup ajaran herman, lalu belakangan harus dieja dengan Ajaran Herman.
Seterusnya, Orang mulai mau bersitegang urat leher untuk membela Ajaran Herman. Dan mulai tidak malu-malu lagi mencaci maki mereka [orang lain] hanya karena mereka [orang lain] tidak mengakui dan mengikuti Ajaran Herman.
Maaf, hanya berkhayal. Boleh, khan? Hehehe. Peace.
![]()