KESIBUKAN TANPA NILAI TAMBAH
Take them by confusion .. use anger to throw them into disarray .. tire them by flight .. cause division among them .. attack when they are unprepared [The Art of War, Sun Tzu]
Ini bermula pada diri sendiri. Ketidaktahuan diri sendiri. Ketidakjelasan vision sendiri. Ketidakmantapan rule sendiri. Lalu, apapun yang hendak dimintakan untuk dilakukan anak buah atau tim, dengan sendirinya juga menjadi tidak jelas. Command isn’t clear. Perintah tidak tegas. Aturan maen membingungkan.
Melihat efektivitas anak buah atau tim rendah, cara paling mudah bos untuk menghandlenya adalah dengan marah-marah. Menjadi egoistik dan tidak manusiawi. Tapi, ketika bos marah-marah, egoistic dan tidak manusiawi, jangan dikira bahwa yang bisa dilakukan anak buah atau tim hanyalah ketakutan. Anak buah dan tim bisa juga marah-marah, egoistic dan tidak manusiawi.
Tapi, kejadiannya memang tidak perlu selalu segawat itu. Boleh jadi sebenarnya bosnya cukup baik. Mungkin hanya kurang smart. Kurang efektif. Perintahnya atas anak buah atau tim hanya tidak bermutu. Tidak bisa memilah-milah mana yang essensial mana sampah. Bisanya sekedar puas telah berhasil memerintah. Puas telah menunjukkan kekuasaan.
Mungkin juga karena engkau punya kepribadian negative, seperti misalnya kecenderungan untuk nge-clique, nge-gossip. Suka bersekongkol dengan orang yang engkau sukai. Tapi, sekaligus juga nge-gossip menjelek-jelekkan orang yang tidak engkau sukai. Engkau sangat permissive kepada orang yang engkau sukai. Engkau sangat kritis kepada orang yang tidak engkau sukai. Reward and punishment rule tidak jalan.
Dalam kondisi demikian, organisasi akan lemah. Tanpa ruh. Jadi, ketika seharusnya ajaran eyang Sun Tzu itu adalah untuk mengalahkan musuh, eh yang terjadi justru senjata makan tuan. Menusuk diri sendiri. Mungkin adalah karena ketidaktahuan. Ketidaksadaran. Kemalasan untuk belajar memahami diri sendiri.