PROFIT ORIENTED ONLY?
What I have for you is Benevolence and Righteousness, and that’s all. [The Saying of Mencius, Mencius]
Justsomenotes.Jakarta. “Tidak begitu, man. Seorang direktur memang harus selalu memikirkan keuntungan untuk perusahaannya. Itulah tugas direktur. Kalau seorang direktur tidak memikirkan keuntungan, membiarkan saja semua potensi yang dapat menyebabkan kerugian, pada akhirnya perusahaan akan gulung tikar. Dan dia gagal sebagai direktur,” nasehat seorang teman, siang itu.
Aku tidak membantahnya. Karena khawatir, dengan membantahnya, aku hanya akan terseret kepada pembelaan diri. Karena terus terang, aku terlalu terlibat secara pribadi dalam problema ini.
Tapi, aku tahu bahwa pernyataan itu memang benar juga. Secara relative, pernyataan itu memang benar. Cuma tidak sepenuhnya. Tidak semata-mata. Cukuplah dikatakan bahwa disamping kepentingan pragmatis semacam itu, hidup memiliki prinsip-prinsip moral. Sebutlah love, wisdom, righteousness, justice, courage, and so on. Dan prinsip moral semacam ini bukan hanya pantas berlaku di rumah tangga ketika mendidik anak, atau di masyarakat ketika mendidik remaja, tapi juga berlaku even di perusahaan dan dunia bisnis.
Tidakkah anggota rumah tangga, atau anggota masyarakat atau anggota sebuah perusahaan; semua itu adalah mankind juga? Dan all mankind adalah saudara?
Aku lalu teringat dengan Mencius. Baiklah, aku kutipkan saja sebuah sekuel pembicaraan antara Mencius dengan King Hui of Liang.
Mencius went to see King Hui of Liang. The King said: “My good man, since you haven’t thought one thousand li to far to come and see me, may I presume that you have something with which I can profit my kingdom?”
Mencius said: “Why must you speak of profit? What I have for you is Benevolence and Righteousness, and that’s all. If you always say ‘how can I profit my kingdom?’ your top officers will ask, ‘how can we profit our clans?’ The shih and the common people will ask: ‘how can we profit ourselves?’ Superiors and inferiors will struggle against each other for profit, and the country will be in chaos.”
Ah, may your heart be filled with love, joy and happiness.