SATU FRAGMENT

Justsomenotes.Jakarta. Setiap kejadian, sebenarnya terjadi dalam bentuk fragment-fragment kecil. Satu fragment demi satu fragment. Satu fragment setiap satu saat. Sekali terjadi, dan sesudah itu lenyap. Berganti dengan fragment lain.

Tapi, yang selalu menghantui hidup kita, yang seringnya menjadi beban sangat berat di dalam hidup kita; adalah bentuk duplikasinya di dalam pikiran. Atau di dalam perasaan kita. Hasil dari kerelaan kita sendiri untuk mengingatnya kembali, memutar film-nya kembali. Kejadiannya sendiri sudah lampau berlalu, tapi kita masih juga menghidupkannya kembali dalam pikiran dan perasaan kita; dan membiarkannya melukai hidup kita kembali dan kembali.

Dan kejadian itu sendiri, disamping memang sudah lampau, tidaklah berat atau ringan, tidak pula menyakitkan atau menggembirakan. Kejadian itu hanyalah kejadian. Sekedar sebuah tarian partikel semesta. Yang membuatnya menjadi berat atau ringan, menyakitkan atau menggembirakan, adalah kerja pikiran. Adalah penafsiran yang dilakukan pikiran. Dan hasil akhirnya membebani perasaan.

Kita mengabaikan fragment langsung yang sedang dan sepantasnya terjadi saat itu, dan kita justru memutar ulang kembali dan kembali fragment-fragment lama di dalam pikiran. Dan anehnya, justru fragment-fragment yang menyakitkan dan memberati hidup kita, dan bukannya fragment-fragment yang menggembirakan dan menyemangati hidup.

Aneh, memang.  Aneh bin ajaib.

:)

Leave a Reply