IDENTITAS KONSEPTUAL

Justsomenotes.Jakarta. Kita terjebak dalam beribu Ilusi. Salah satu jenis ilusi yang aku ketahui, bisa saja sekedar, katakanlah, identitas konseptual. Sesuatu yang sebenarnya tidak ada; kita hanya mengira ia benar-benar ada. Kita mengira mereka benar-benar riil.

Ia semacam selubung. Yang berlapis-lapis menutupi inti diri kita yang sejati. Maka adalah tugas eksistensial kitalah untuk dengan sabar melepas selubung demi selubung yang menutupi mata sejati kita. Selubung yang sering dan selalu membuat kita salah memandang sesuatu. Membuat kita salah memahami sesuatu.

Identitas konseptual, yang sebenarnya tidak ada dan hanya kita kira ada, yang sebenarnya justru merupakan selubung yang menutupi cahaya kita yang sejati adalah nama diri, suku, kebangsaan, jenis kelamin, keanggotaan partai, bahkan keterlibatan dalam agama sebagai sebuah institusi. Bahkan pengakuan status hubungan pun juga sebuah ilusi; entah kepangkatan di tempat kerja, atau posisi di rumah tangga. Sebagai suami atau istri. Sebagai boyfriend atau girlfriend.

Dalam selubung selubung itulah kita lalu memandang kejadian dan kehidupan. Hasilnya lebih sering adalah distorsi, kekeliruan. Sangat berbeda kalau kita berhasil membuang selubung selubung tersebut, dan kita berhasil memandang kejadian dan kehidupan dari inti diri kita yang sejati. Kita sebagai manusia. Sebagai human being.

Kita memandang dari mata sejati kita, setelah lepas dari selubung demi selubung. Dan memandang orang lain tidak dalam selubung selubungnya juga, melainkan langsung ke dalam kesejatian diri mereka. Manusia. Human being.

:)

Leave a Reply